Menghadapi si kecil yang nakal atau pasangan yang membuat rumah berantakan pasti membuat kalian emosi.

Dibandingkan membuat mereka jera, jika kalian marah – marah sambil berteriak, malah bisa membuat suasana semakin memburuk.

Marah adalah salah satu jenis emosi yang muncul karena adanya pertentangan atau gangguan sehingga menimbulkan perasaan kesal, kecewa, frustasi, atau sakit hati.

Kalian bisa marah pada orang tertentu, acara atau peristiwa traumatis, dan marah pada masalah pribadi.

Anger management adalah belajar mengenali tanda – tanda pada diri saat kalian marah dan mengambil tindakan yang sehat dalam meluapkan kemarahan.

Kalian bisa mengartikan anger management sebagai mengendalikan rasa marah, bukan mencegah atau menahan rasa marah.

Saat marah, secara alami tubuh akan menanggapi emosi tersebut secara agresif. Hal ini merupakan bentuk perlawanan dan pertahanan diri.

Walau begitu, ingat untuk tetap menghindari tindakan agresif berupa kekerasan fisik, karena bisa membahayakan orang lain dan merugikan diri sendiri.

Namun, kemarahan yang tidak terekspresikan juga bisa menimbulkan masalah lain. Kalian mungkin akan menjadi pribadi yang pasif agresif alias membalas dendam apa yang kalian benci secara tidak langsung, lebih sinis, dan memicu permusuhan.

Orang yang memendam amarah dan menjadi sosok yang pasif agresif akan sulit menjalin hubungan dengan baik.

Lalu, bagaimana sih cara menerapkan anger management yang baik dan benar? Yuk simak di bawah ini.

1.Tenangkan Diri Sebelum Melontarkan Kata Menyakitkan

Tenangkan Diri Sebelum Melontarkan Kata Menyakitkan

Saat kalian marah, kata – kata kasar yang bisa menyakiti hati sering kali terlontar yang bisa diibaratkan korek api.

Jika kalian menyulut korek api tersebut di dekat benda – benda yang mudah terbakar, maka kebakaran bisa terjadi.

Jika kalian sedang marah dan keluar kata – kata kasar, orang yang kalian marahi mungkin juga akan tersulut kemarahannya.

Akhirnya, suasana semakin memanas dan masalah jadi semakin ruwet. Dalam menerapkan anger management, penting untuk kalian menenangkan diri dulu sebelum bicara.

Ada sedikit kelegaan memang saat kalian meluapkan amarah lewat teguran kasar ini. Namun, ini hanya bersifat sementara. Setelah itu, kalian mungkin menyesal karena tindakan ini malah memperkeruh suasana.

2.Setelah Tenang, Ungkapkan Kemarahan Dengan Cara Baik – Baik dan Terapkan Metode Time Out

Setelah Tenang, Ungkapkan Kemarahan Dengan Cara Baik – Baik dan Terapkan Metode Time Out

Saat kalian tenang, pikiran akan menjadi lebih jernih. Artinya, kalian bisa mengungkapkan amarah dengan kata – kata yang tegas namun tidak konfrontatif.

Dengan begitu, orang yang kalian marahi akan tahu penyebab kemarahan kalian tanpa menyakiti perasaannya.

Selain itu, time out juga bisa kalian terapkanpada diri sendiri sebagai langkah anger management. Tujuannya tentu saja untuk memberikan waktu bagi diri kalian untuk menenangkan diri dari kemarahan yang bisa menimbulkan stress.

Metode ini bisa kalian lakukan saat permasalahan yang membuat kalian naik darah cukup sulit untuk diselesaikan.

Jadi, carilah tempat yang tenang, kemudian dudukah dengan tegak dan lakukan teknik pernapasan dalam.

Selain itu, kalian juga bisa meredakan amarah dengan melakukan aktivitas lain, misalnya olahraga, jenis olahraga lari bisa membantu melegakan rasa marah kalian.

3.Cairkan Suasana dan Cari Solusi Bersama Atau Cari Bantuan Psikolog

Cairkan Suasana dan Cari Solusi Bersama Atau Cari Bantuan Psikolog

Saat kalian marah, suasana tentu akan menjadi lebih tegang. Salah satu cara untuk menerapkan anger management adalah dengan mencoba untuk mencairkan suasana dengan melontarkan lelucon untuk membuka pembicaraan.

Setelah itu, kalian bisa memulai membahas masalah yang membuat kalian marah. Namun, pembicaraan bukan hanya sebatas membahas apa yang membuat kalian marah saja.

Beri tahu juga opini kalian bagaimana penyelesaiannya, minta juga pendapat yang lain. Saling bertukar pikiran, akan mempermudah kalian menemukan solusi untuk memecahkan masalah.

Selain itu, mengendalikan amarah bukan hal yang mudah bagi beberapa orang, terutama pada orang pemarah.

Orang dengan sifat ini diketahui memiliki toleransi yang rendah terhadap frustasi atau bisa juga sifat pemarah diwariskan dari keluarga.

Jika kalian merasa kesulitan untuk mengendalikan amarah, tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi ke psikolog.

Di beberapa kasus, psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif perlu dilakukan untuk membantu anger management menjadi lebih efektif.

Itulah beberapa tips anger management yang bisa kalian coba. Semoga bermanfaat.