Menjadi seorang pebisnis memang tak boleh sembarangan. Minimal, kalian harus tau apa itu manajemen bisnis.

Karena, tanpa adanya pengelolaan manajemen yang baik, bisa dipastikan usaha yang dijalankan tak akan bisa sukses.

Tak dipungkiri lagi pebisnis pemula memang seringkali mengalami kegagalan akibat ketidaktahuannya mengenai pentingnya manajemen pada usaha yang sedang mereka bangun sehingga usaha yang dijalankan sekadarnya saja.

Manajemen bisnis merupakan kegiatan merencanakan, mengerjakan, dan mengawasi suatu bisnis atau usaha. Tujuan dari aktivitas tersebut adalah agar tujuan usaha bisa tercapai. Manajemen bisnis juga bisa diartikan segala usaha yang dilakukan sesuai dengan rencana semata untuk mencapai target penjualan.

Artinya tanpa adanya proses manajemen tidak mungkin keuntungan penjualan bisa didapatkan. Tanpa adanya keuntungan kamu tidak akan bisa mengisi deposit slot online untuk bermain judi dan mendapatkan uang yang lebih banyak lagi. Manajemen pada usaha mengalokasikan segala kebutuhan secara menyeluruh untuk berbagai hal.

Fungsi Manajemen Bisnis

Fungsi Manajemen Bisnis

Inilah yang nantinya akan menjadi alasan mengapa manajemen bisnis perlu dipelajari oleh para pemilik usaha atau Anda yang baru berencana membangun usaha.

1. Planning (Perencanaan)

Fungsi  yang pertama adalah planning atau perencanaan. Untuk membangun bisnis tentu diperlukan semacam rencana, seperti rencana pemasaran, produk yang dijual, promo yang akan ditawarkan, pembukuan atau lainnya.

Perencanaan ini harus dicatat dengan baik. Karena ini yang akan menjadi patokan pergerakan bisnis ke depan.

Hal yang biasanya salah dalam memulai usaha adalah mereka tidak merencanakan proses pembukuan pada saat memulai bisnis mereka.

Padahal proses pembukuan yang baik akan membuat Anda bisa melihat data keuangan secara faktual yang akan membantu Anda untuk membuat perencanaan bisnis secara keseluruhan berdasarkan data keuangan.

Maksudnya pebisnis akan menjalankan usahanya sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Nah tujuannya adalah untuk menentukan apakan tujuan memang benar-benar tercapai atau sebaliknya.

2. Organizing (Pengelompokan)

Organizing atau pengelompokan bisa terkait dengan tenaga kerja. Maksudnya adalah jika sudah ada rencana maka kelompok kerja harus dibuat. Pastikan mereka memiliki porsi kerja yang sama di bidang masing-masing. Seperti tim pemasaran, tim administrasi, tim gudang dan lain sebagainya.

Keteraturan semacam ini untuk menjadikan proses kerja teratur dan tidak rancu dengan yang lain. Selain itu proses evaluasi-nya lebih mudah karena tinggal meminta laporan dari ketua timnya.

Nah ini merupakan momentum yang baik untuk menilai sejauh mana tim bekerja. Jika pun tidak sesuai dengan spesifikasi-nya maka tim bisa dipindahkan ke posisi yang lebih tepat.

Jika fungsi manajemen pengelompokan ini berhasil dilakukan juga bisa menjadi pendukung tercapainya tujuan bisnis. Sebaliknya jika tim tidak bekerja dengan baik, pihak pimpinan bisa mengambil inisiatif untuk mengganti atau bisnis akan kolaps.

3. Staffing

Staffing ini terkait dengan sumber daya yang ada di perusahaan seperti bahan baku produk, mesin produksi, sarana pendukung dan lain sebagainya.

Ini juga harus teratur supaya mampu menjadikan usaha lebih maju lagi. Maka dari itu pengaturan sumber daya yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan usaha.

Ini bisa dilakukan hanya jika ada manajemen yang baik di perusahaan tersebut. Jika tidak ada, sumber daya akan terpakai untuk hal yang tidak prioritas yang efeknya modal membengkak.

Ini yang terkadang membuat finansial perusahaan menjadi kolaps sedangkan hasil kerja sama sekali tidak efektif dan efisien.

Risikonya jika tidak mendapatkan suntikan modal maka bisnis akan segera gulung tikar.Tentu kondisi ini tidak diinginkan. Maka dari itu, perlu dilakukan manajemen bisnis secepatnya. Supaya terjadi pengaturan fungsi penggunaan sumber daya yang baik.

4. Directing

Fungsi manajemen bisnis yang ke empat adalah fungsi directing. Maksudnya ialah tindakan pimpinan yang terus menyemangati timnya agar bisa bekerja sesuai dengan rencana yang sudah disepakati di awal.

Karena terkadang di awal kerja gairah karyawan semangat tetapi jika sudah memasuki tahap akhir malah menurun. Ini yang bisa menyebabkan kerugian perusahaan.

Dalam fungsi manajemen ini pimpinan harus turun langsung melihat progres kerja timnya. Jika perlu berikan pemahaman jika terjadi sistem kerja yang tidak sesuai dengan rencana.

Manajemen directing semacam ini juga perlu dilakukan. Karena ini terkait langsung kepatuhan kerja dengan perencanaan.

Karena hanya dengan kerja sesuai planing, target tujuan bisa tercapai tetapi tidak sebaliknya. Atas dasar itu, tetap berikan directing yang bagus. Tetapi hindari melakukan teguran yang membuat tim merasa tersinggung.

Itulah berbagai fungsi dari manajemen bisnis. Semoga bermanfaat.