Semenjak pandemi Covid – 19, banyak rutinitas manusia yang berubah konsep. Yang awalnya dilakukan secara offline atau langsung dengan melibatkan kontak fisik, namun karena rawan penularan virus, saat ini kita jadi mengubah cara kegiatan kita menjadi secara daring.

Misalnya, kegiatan belajar mengajar yang dulunya rutin dilaksanakan dengan tatap muka saat ni menjadi pembelajaran Jakar Jauh atau daring.

Di balik perubahan itu, ada hikmah yang bisa dipetik dari yang awalnya offline dan kini menjadi online.

Kita memiliki fleksibilitas serta kebebasan dalam mengatur waktu. Jika sebelum pandemi kita tidak bisa melakukan banyak kegiatan karena harus dilakukan secara langsung dan memerlukan kontak fisik, ini kita memiliki kelonggaran waktu yang cukup banyak untuk melakukan beberapa kegiatan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.

Hal ini terjadi karena kita tidak diwajibkan untuk datang langsung ke tempat kita berkegiatan, melainkan bisa dilakukan dari rumah atau biasa disebut work from home.

Akhirnya, karena kelonggaran dan kebebasan waktu itu, banyak dari kita yang memilih untuk melakukan banyak kegiatan selama pandemi Covid – 19.

Namun, banyak diantara kita yang belum mampu memanajemenkan diri untuk menggunakan waktu secara efektif.

Manajemen waktu merupakan suatu panduan yang terdiri dari perencanaan, pengendalian, dan pengelolaan prioritas terhadap seberapa banyak waktu, yang kita pakai dan gunakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Kita juga harus paham nilai waktu baginya untuk berhasil dalam aspek kehidupan dan pekerjaan. Orang yang membuang waktu adalah orang yang gagal dalam mengatur pola hidup dan citra mereka sendiri.

Manajemen waktu sangat penting dilakukan dalam rutinitas sehari – hari, karena memiliki beberapa manfaat bagi kita.

Seperti menghindari prikrastinasi dan stress yang berlebihan. Prokrastinasi atau menunda pekerjaan nyatanya menjadi persoalan bagi banyak orang.

Manajemen waktu juga bisa membuat kita menyelesaikan banyak hal dan mengurangi waktu yang terbuang sia – sia.

Hal ini dikarenakan dengan manajemen waktu, kita bisa menempatkan dan mengelola prioritas kerjaan berdasarkan tenggat waktunya.

Jika kita sudah mampu melakukan hal itu, kita akan terlatih untuk menggunakan waktu sebaik mungkin untuk melakukan hal – hal produktif dan tidak membuang waktu dengan sia – sia.

Lalu, bagaimana cara menerapkan manajemen waktu yang baik? Ada teknik manajemen waktu yang diciptakan oleh Dwight Eisenhower, yaitu:

1.Penting dan Mendesak

Penting dan Mendesak

Dalam kuadran ini, kalian hanya boleh memasukkan hal – hal yang sangat penting dan wajib kalian selesaikan di hari itu.

Memasukkan terlalu banyak pekerjaan ke dalam kategori ini akan membuat kalian menjadi tidak produktif.

Misalnya, kalian memiliki tugas untuk menyelesaikan draft skripsi sebagai syarat kelulusan sebagai mahasiswa dan tenggat waktunya adalah yang paling dekat diantara kegiatan lainnya.

Karena itu, kalian harus melakukannya sekarang juga tanpa harus ada pertimbangan untuk menundanya karena itu sangat penting dan mendesak.

2.Penting Namun Tidak Mendesak

Penting Namun Tidak Mendesak

Di kategori ini, masukkan kegiatan – kegiatan penting namun memiliki tenggat waktu yang cukup lama. Kalian diminta untuk bisa memutuskan kegiatan penting mana yang bisa dilakukan secara bertahap karena memiliki jangka waktu yang cukup lama.

Hal yang harus diwaspadai adalah budaya menunda – nunda waktu. Proses mencicil dalam pekerjaan yang tidak mendesak sangat penting agar kalian tidak keteteran ketika tenggat waktu sudah dekat.

3.Mendesak Namun Tidak Penting

Mendesak Namun Tidak Penting

Kategori ini berisi hal – hal yang tidak penting namun tetap harus dikerjakan. Saat kalian tidak mampu mengerjakannya, kalian bisa coba untuk mendelegasikan tugas kalian terhadap orang lain.

4.Tidak Mendesak dan Tidak Penting

Tidak Mendesak dan Tidak Penting

Di kategori ini berisi kegiatan – kegiatan yang tidak wajib kalian lakukan atau boleh dilakukan namun harus tahu batasnya.

Hal ini karena kalian harus memberikan dan melakukan relaksasi untuk diri kalian setelah sibuk menjalani rutinitas Nine to Five sebagai bentuk apresiasi diri.

Selain itu, jangan lupa untuk istirahat dan memilah miloih aktivitas. Kalian harus bisa mngukur kapasitas dan kemampuan kalian dalam mengambil tawaran kegiatan yang ada di depan mata.

Itulah beberapa tips yang bisa kalian lakukan. Semoga bermanfaat.